Loading...
Saturday, July 05, 2014

Damai Indonesiaku (Pilpres 2014)

Metode Bahasa Inggris 468 x 60
Bagi Indonesia bulan Ramadhan kali ini adalah bulan suci yang sangat spesial, dikatakan spesial karena pada pertengahan bulan suci ini akan lahir presiden baru yang akan memimpin indonesia 5 tahun kedepan. Pemimpin ini akan menjadi penentu kemana indonesia akan berlayar ditengah gelombang arus kemajuan.
Pada pemiliha presiden 2014 ini hanya ada dua putra terbaik bangsa yang menjadi calon presiden sehingga mau tak mau semua pendukung akan saling berhadapan satu sama lain. Namun ditengah pesta demokrasi, semarak ramadhan yang sering kali diisi dengan ibadah khidmat justru ditahun ini menjadi ajang fitnah antar sesama saudara muslim, banyak orang yang khilaf atau mungkin dengan sengaja menghasut seseorang tanpa berdasar, ada juga kelompok tertentu yang menganggap pilihannya paling benar, lantas orang yang berbeda pilihan dianggapnya sesat dan dengan terbuka menyuruh orang tersebut segera bertobat.
Tidak sebatas itu, masih banyak lagi cara-cara yang sebenarnya tidak pantas dilakukan untuk mendukung capresnya karena sejatinya ini bukan ajang judi melainkan mencari pemimpin yang nantinya akan mengayomi seluruh masyarakat indonesia.
Dukungan Dr. Umar Wahid (Adik Gusdur) terhadap Jokowi

Pagi ini saya kebetulan ada lembur dikantor, dan saya sedikit kaget ketika melihat ada email masuk dengan subject email bertuliskan "Cinta Indonesia" lantas saya membukanya dan dengan seksama saya baca. Subhanallah… tulisan dari salah satu manajer diperusahaan saya yang kebetulan beliau mendapat sms langsung dari Dr.Umar Wahid (adik Gus Dur) yang notabene adalah dewan penasehat perusahaan. Isinya terkait keresahan hatinya melihat lautan fitnah yang dengan sengaja didengungkan kepada Jokowi ditempat-tempat yang sejatinya dimuliakan Allah. Dan diakhir pesannya Dr. Umar Wahid mengambil sikap dengan mendukung Jokowi demi menantang pemecah belah negeri ini.
Mungkin sebagian orang beranggapan bahwa kampanye hitam adalah senjata paling efektif untuk menghancurkan citra seseorang, menurut saya pribadi kampanye hitam hanya akan menimbulkan kecurigaan dan kedengkian antar sesama yang pada akhirnya hanya akan memporakporandakan simpul bhineka tunggal ika yang telah terjaga selama ini.
Sebelum kampanye hitam gencar dialamatkan ke Jokowi, saya sendiri telah bersimpati terhadap sosok Prabowo, terlepas dari kejahatan HAM yang dialamatkan terhadapnya Prabowo adalah salah satu tentara yang berjasa  terhadap negeri ini. Namun melihat betapa tak beretikanya para pendukung Prabowo yang menghasut lawan politiknya dengan berbagai macam cara, Pada akhirnya sebagai seseorang yang ingin melihat Indonesia damai, saya menjatuhkan pilihan pada Jokowi. Saya melihat Jokowi sosok yang lebih santun untuk berkopetensi, tidak menjelekan lawan dan memunculkan sisi kelebihan yang dimiliki. Pertimbangan lain tidak bukan adalah orang-orang yang ada disekitar Jokowi lebih banyak orang yang professional dan berprestasi. Atas nama warga Indonesia saya berkeyakinan bahwa ketika Indonesia dipimpin olehnya Indonesia akan damai, bermartabat dan sejahtera.

0 komentar:

 
TOP