Loading...
Tuesday, March 31, 2015

APBN PRO PEMBANGUNAN PENOLONG PEREKONOMIAN 2015

Masih  segar  diingatan  kita  hiruk  pikuk  Pilpers  2014  kemarin  menjadi  tolak  awal  untukmenentukan  pemimpin  Indonesia  yang  akan  mensejahtrahkan  rakyatnya.  Namun  dalamprosesnya yang begitu pelik bahkan hampir memecahbelah rakyat ada satu konsekuensi yangharus diembah semua rakyat, tidak lain terpukulnya nilai mata uang rupiah. Antara yakin tidak yakin rupiah menggila sampai tembus Rp.12.724/dollar pada tahun 2014 danmasih meninggi   Rp.12.735/dollar  diawal  2015.  Faktor  perlemahan rupiah  sendiri  tidak  sajabersumber dari  ketidak pastian politik dalam negeri,  pergerakan pasar di  Eropa dan pulihnyaekonomi  Amerika  menjadi  andil  besar  terhadap  larinya  investasi  atau  capital  outflow  dariIndonesia yang akibatnya rupiah terus melemah.
Selain ancaman terpuruknya rupiah tantangan lain muncul dari perlambanan ekonomi China danmeningkatnya utang luar negeri pihak swasta yang mencapai US$161,3 milyar di bulan oktober,atau  54,8%  dari  total  semua  utang  luar  negeri.  Sektor  ekpor  yang  diharapkan  mampumenguatkan rupiah diprediksi tidak akan memberikan banyak sumbangan karena banyak negaratujuan ekpor juga mengalami pelambanan ekonomi. 
Target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4%-5,8% dengan inflasi 4% hanya bakal terwujud bilabertumpu pada kekuatan dalam negeri. Penetapan APBN 2015 yang pro pembangunan menjadipilihan tepat untuk menolong perekonomian. Pembangunan jalan dan infrastruktur lain sepertipembangkit listrik, pasar rakyat, irigasi,  waduk, dan subsidi pada kegiatan ekonomi produktifharus menjadi prioritas utama.
Dengan  berlimpahnya  sumberdaya  manusia  dan  upah  yang  relatif  masih  murah  seharusnyamenjadi nilai jual terhadap investor asing, ditambah infrastruktur industri yang semakin lengkapdan memudahkan investor untuk berproduksi  sehingga tidak ada alasan lagi  untuk melarikandananya keluar negeri. Selain langkah diatas pemerintah juga harus mengkaji ulang terkait kebijakan tarif dasar listrikyang akan berdampak langsung dengan inflasi dan buntunya pelemahan terhadap rupiah. 
Kosnep  negara  kemaritiman  yang  diusung  pemerintahan  Jokowi  tidak  akan  terwujud  tanpalandasan ekonomi yang kokoh. Kita berharap diawal tahun baru ini dengan pemimpin yang jugabaru, Indonesia mampu berbenah diri dan mengejar banyak hal yang sudah lama tertinggal.

0 komentar:

 
TOP