Loading...
Thursday, January 26, 2012

SOSOK PEMIMPIN DAN GELIAT INDUSTRI DALAM NEGERI

Industri merupakan sektor penting dalam suatu negara untuk menggerakan roda perekonomian yang dapat mempercepat laju kenaikan Produk Domesti Bruto (PDB), dalam undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional tahun 2005-2025 tidak terlepas dari industri sebagai strategi untuk menjamin pertumbuhan ekonomi.
Pembangunan ekonomi dalam jangka panjang akan dapat merubah pusat kekuatan ekonomi dari pertanian menuju industri yang mandiri. Hal ini yang sedang dirintis Indonesia untuk bisa bersaing dikancah internasional dengan menyediakan produk yang kompetitif yang berdaya saing global. Pengintegrasian ekonomi antar negara menuntut semua negara agar terbuka dan bersaing secara sehat, Indonesia harus sadar bahwa kekuatan industri dalam negeri merupakan modal utama dalam menghadapi persaingan tersebut.
Pemerintah mencanangkan tiga industri yang akan menjadi industri masa depan, yakni komunikasi dan telekomunikasi, agrobisnis, dan transportasi. Untuk merealisasikan industri tersebut dibentuklah lembaga riset dan pengembangan agar apa yang telah direncanakan dapat selesai sebelum tahun 2025.
Namun permasalahan yang sering muncul justru terletak pada kurangnya perhatian pemerintah baik dari segi regulasi maupun pendanaan yang terkesan maju-mundur. Berbagai kritik juga terlontar bagi para pejabat pemerintah yang  mengimpor produk luar negeri, mereka seolah menutup telinga padahal produk yang diimpor sebenarnya mampu diproduksi dalam negeri. 
Membangu industri dalam negeri bukanlah sesuatu yang gampang butuh waktu lama untuk merintisnya. Cinta yang kita kenal mempunyai industri rumah tangga yang luar biasa majunya juga dirintis secara kontinu selama beberapa dasawarsa, kesuksesan Cina juga didukung regulasi pemerintah yang mensyaratkan transfer teknologi bagi perusahaan asing yang masuk ke negaranya. Itulah yang membuat Cina mampu menyalip negara-negara maju seperti Amerika dan negara Eropa, lalu bagaimana regulasi yang diterapkan pemerintah Indonesia?
Manajemen by working around 
Regulasi memang sudah dibuat oleh pemerintah namun agaknya rakyat perlu mencibirkan mulut melihat regulasi hanyalah hitam diatas kertas, contoh yang nyata adalah kursi anggota banggar yang diimpor dari Jerman senilai Rp.24 juta/kursi padahal potensi dalam negeri dapat memenuhinya dengan biaya yang jauh lebih murah. Untuk saat ini regulasi saja dirasa tidak cukup, Indonesia perlu pemimpin yang tidak hanya duduk manis dimejanya tapi ia mau turun langsung ke bawah mengontrol kebijakan-kebijakan yang telah dibuat dan menjadi teladan bagi masyarakat.
Ketenaran Mobil Kiat Esemka bukti nyata dari peran pemimpin dalam membangun kepercayaan diri bangsa akan kemandirian industri dalam negeri. Mobil kiat esemka mungkin tidak akan setenar sekarang jika sosok Walikota Solo, Joko Widodo tidak memakainya sebagai mobil dinas. 
Selama ini rakyat indonesia telah lama terlena oleh produk-produk luar negeri yang menawarkan kualitas tapi mereka tidak menyadai secara tidak langsung mereka membunuh industri dalam negeri. Kemunculan Mobil Kiat Esemka yang disebu-sebut sebagai cikal bakal mobil nasional merupakan moment penting untuk membangun industri dalam negeri yang berorientasi pada kecintaan produk sendiri, sehingga secara bertahap Indonesia mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri tanpa bergantung pada produk impor. 
Pangsa pasar yang kuat dalam negeri akan membuat industri tersebut terus berkembang dan dari segi kualitaspun akan menyamai produk yang sudah mapan dipasaran. Bukan tidak mungkin ketika produk buatan Indonesia telah menguasai pasar lokal di tanah air secara bertahap akan mampu berkompetensi dengan negara-negara maju.

2 komentar:

Adi "gooners' Pratomo said...

Itulah cerminan pemimpin di Negara ini, cinta dunia dan takut mati..

Kalo mau khusnu dzhon Mengenai produk yang di impor itu bisa dikarenakan ada faktor yg menyebabkan produksi dalam negeri tidak mampu memenuhi kebutuhan nasional, cth (impor garem, karena curah hujan tinggi di sebagian besar pantai indonesia. Atau bawang, yg disebabkan daerah penghasil bawang (brebes dan sekitarnya) dilanda banjir.
Atau ada faktor lain, yg hanya menguntungkan segelintir oknum importir dan pembuat regulasi.
Allahu alam,

Semoga dengan segala potensi yang dimiliki, bisa membuat negara kita sejahtera, pemimpin dan rakyatnya. amin

egie fa said...

sungguh menyedihkan memang melihat rakyat-rakyat kecil yang hanya menjadi tumbal dari nafsu seorang penguasa.
mungkin dengan berrmunculannya tokoh teladan membuat negeri kita berubah menjadi lebih baik

 
TOP